Kamis, 06 Desember 2012

Belajar dan Pembelajaran



MOTIVASI BELAJAR
Peilaku belajar dilakukan oleh seorang pelajar. Pada diri si pelajar ada kekuatan mental penggerak belajar. Kekuatan mental yang berupa keinginan, perhatian, kemauan atau cita – cita itu disebut motivasi belajar. Komponen utama motivasi belajar adalah kebutuhan, dorongan dan tujuan pelajar.
Beberapa ahli menitikberatkan segi segi tertentu dari motivasi. Maslow membedakan lima tingkat kebutuhan yang meliputi kebutuhan kebutuhan fisiologis, perasaan aman, kebutuhan sosial, penghargaan diri dan aktualisasi diri. Mc Clead mengemukakan tiga jenis kebutuhan dasar, seperti kebutuhan akan kekuasaan, berafiliasi, dan berprestasi. Sedangkan Hull menunjukkan pentingnya kebutuhan organisme dalam perkembangan motivasi. Havighurst menunjukkan bahwa kekuatan mental seharusnya sejalan dengan tugas tugas perkembangan manusia pada tahap bayi. Bahkan menurut Monks kekuatan motivasi tersebut dapat dipelihara, diperkuat, dan diperkembangkan dengan berbagai program pendidikan.
Sebagai kekuatan mental, motivasi dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu motivasi primer dan sekunder. Sifat motivasi dibedakan menjadi motivasi internal dan eksternal, disamping itu ada ahli yang membedakan adanya motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Maslow dan Rogers misalnya, mengakui pentingnya motivasi intrinsik dan ekstrinsik bagi acara pembelajaran.
Adanya pandangan beberapa ahli yang menekankan segisegi tertentu pada motivasi tersebut justru mengisyaratkan guru bertindak taktis dan kreatif dalam menglola motivasi belajar siswa. Motivasi belajar dihayati, dialami dan merupakan kekuatan mental pelajar dalam belajar. Dari siswa, motivasi tersebut perlu dihadapkan terus untuk mencapai hasil belajar yang optimal dan dijadikan dampak pengirim yang selanjutnya menimbulkan program belajar sepanjang hayat. Sebagai perujutan emansipasi kepada kemandirian tersebut terwujud dalam cita – cita atau aspirasi siswa kemampuan siswa, kondisi siswa, kemampuan siwa mengatasi kondisi lingkungan negative, dan dinamika siswa dalam belajar. Dari sisi guru motivasi belajar pada pelajar berada pada lingkup program dan tindak pembelajaran. Oleh karena itu guru berpeluang untuk meningkatakan, mengembangkan, dan memelihara motivasi dengan optimalisasi (i) terapan  prinsip belajar, (ii) dinamisasi prilaku pribadi siswa seutuhnya (iii) pemanfaatan pengalaman dan kemampuan siswa (iv) aspirasi dan cita cita, serta (v) tindakan pembelajaran sesuai rekayasa pedagogis. Dengan demikian, motivasi belajar pada siswa yang harus diidentifikasi oleh guru, seyogyanya dikelola dalam acara pembelajaran.
Manfaat Motivasi Belajar :  
  1. Bagi Siswa
    • Menyadarkan kedudukan pada awal belajar proses dan hasil akhir
    • Menginformasikan tentang kekuatan usaha belajarnya dibanding teman sebayanya
    • Mengarahkan kegiatan belajar
    • Membesarkan seemangat belajar
    • Menyadarkan tentang adanya perjalanan belajar dan kemudian bekerja yang berkesinambungan
  2. Bagi Guru
    • Membangkitkan, meningkatkan dan memelihara semangat siswa untuk belajar sampai berhasil
    • Mengetahui dan memahami motivasi belajar siswa dikelas bermacam-macam
    • Meningkatkan dan menyadarkanguru untuk memilih satu diantara bermacam-macam
    • Memberi peluang guru untuk “unjuk kerja” rekayasa pendagogis
Unsur – unsur yang mempengaruhi motivasi belajar : 
  1. Cita–cita atau aspirasi siswa 
  2. Kemampuan siswa  
  3. Kondisi Siswa  
  4. Kondisi Lingkungan siswa  
  5. Unsur dinamis dalam belajar dan pembelajaran  
  6. Upaya guru dalam membelajarkan siswa
Upaya meningkatkan motivasi belajar :  
  1. Optimalisasi penerapan prinsip belajar  
  2. Optimalisasi unsur dinamis belajar  
  3. Optimalisasi pemanfaatan pengalaman dan kemampuan siswa  
  4. Pengembangan cita – cita dan aspirasi belajar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar