Kamis, 06 Desember 2012

Sistem Telekomunikasi

Teknik – Teknik Multiplexing

Multiplexing adalah suatu teknik mengirimkan lebih dari satu (:banyak) informasi mela­lui satu saluran. Istilah ini adalah istilah dalam dunia telekomunikasi. Tujuan utamanya adalah untuk menghemat jumlah saluran fisik misalnya kabel, pemancar & penerima (transceiver), atau kabel optik.
Multiplexing merupakan Teknik menggabungkan beberapa sinyal untuk dikirimkan seca­ra bersamaan pada suatu kanal transmisi. Dimana perangkat yang melakukan Multiplexing dise­but Multiplexer atau disebut juga dengan istilah Transceiver / Mux. Dan untuk di sisi penerima, ga­bungan sinyal – sinyal itu akan kembali di pisahkan sesuai dengan tujuan masing – masing. Pro­ses ini disebut dengan Demultiplexing.

Instrumentasi Industri



OSILATOR COLPITTS


Osilator Colpitts sangat mirip dengan osilator Shunt-fed Hartley. Perbedaan yang pokok adalah pada bagian rangkaian tangkinya. Pada osilator Colpitts, digunakan dua kapasitor sebagai pengganti kumparan yang terbagi. Balikan dikembangkan dengan menggunakan “medan elektrostatik” melalui jaringan pembagi kapasitor. Frekuensi ditentukan oleh dua kapasitor terhubung seri dan induktor.


Gambar diatas memperlihatkan rangkaian osilator Colpitts. Tegangan panjar untuk basis diberikan oleh R 1 dan R 2 sedangkan untuk emiitor diberikan oleh R 4 . Kolektor diberi panjar  mundur dengan menghubungkan ke bagian positif dari V CC  melalui R 3 . Resistor ini juga berfungsi sebagai beban kolektor. Transistor dihubungkan dengan konfigurasi emitor-bersama.

Perencanaan Pembelajaran


Konsep Perencanaan Pembelajaran

Pengertian
Perencanaan pembelajaran merupakan tahap-tahap yang akan dilakukan untuk mem­­peroleh suatu tujuan dari pembelajaran itu sendiri. Terry (1993:17) Perencanaan me­ru­pakan proses menetapkan pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh kelompok untuk men­­ca­pai tujuan yang digariskan. Pembelajaran adalah suatu cara mempersiapkan penga­laman belajar bagi peserta didik.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa didalam perencanaan pembelajaran, yang ter­penting dari proses adalah tujuan pembelajaran yang berorientasi pada individu yang pe­lak­sanaannya dilakukan secara kelompok dan mengatur agar pem­belajaran tersebut da­pat ber­­arti  bagi peserta didik yaitu menjadikan sebuah pengalaman dan pemahaman dari apa yang diajarkan.

Belajar dan Pembelajaran



MOTIVASI BELAJAR
Peilaku belajar dilakukan oleh seorang pelajar. Pada diri si pelajar ada kekuatan mental penggerak belajar. Kekuatan mental yang berupa keinginan, perhatian, kemauan atau cita – cita itu disebut motivasi belajar. Komponen utama motivasi belajar adalah kebutuhan, dorongan dan tujuan pelajar.
Beberapa ahli menitikberatkan segi segi tertentu dari motivasi. Maslow membedakan lima tingkat kebutuhan yang meliputi kebutuhan kebutuhan fisiologis, perasaan aman, kebutuhan sosial, penghargaan diri dan aktualisasi diri. Mc Clead mengemukakan tiga jenis kebutuhan dasar, seperti kebutuhan akan kekuasaan, berafiliasi, dan berprestasi. Sedangkan Hull menunjukkan pentingnya kebutuhan organisme dalam perkembangan motivasi. Havighurst menunjukkan bahwa kekuatan mental seharusnya sejalan dengan tugas tugas perkembangan manusia pada tahap bayi. Bahkan menurut Monks kekuatan motivasi tersebut dapat dipelihara, diperkuat, dan diperkembangkan dengan berbagai program pendidikan.

Manajemen Pendidikan Kejuruan


Manajemen adalah proses dalam perumusan dan pencapaian tujuan secara efektif dan efisien dalam memanfaatkan sumber-sumber daya manusia, keuangan dan material melalui pelaksanaan 5 fungsi manajemen dasar (planning, organizing, staffing, directing and controlling).
Pendidikan kejuruan sebagai pendidikan khusus juga memiliki karakteristik khusus yang berbeda dengan pendidikan pada umumnya. Wenrich (1974) mencatat empat karakteristik khusus dari pendidikan kejuruan yang membedakannya dengan pendidikan umum, yaitu Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan khusus untuk menyiapkan pesrta didik agar memiliki kompetensi pada vokasi terentu, Isi pendidikan kejuruan diambil dari dunia kerja, Pembelajaran pada pendidikan kejuruan diorganisasikan untuk penyiapan bidang pekerjaan tertentu atau sekelompok bidang pekerjaan yang sejenis, dan Pendidikan kejuruan menekankan pada penyiapan pekerjaan atau meningkatkan emploibilitas.